Dunia

November 25, 2014

Kenapa Dengan KMP dan KIH


adu kuat antara kmp dengan kih
Kapan Wakil kita yang di DPR akan bekerja?, mungkin pertanyaan ini juga menghinggapi bagi para pembaca! Kita semua pastinya membaca bagaimana perseteruan yang terjadi di DPR! yang seharusnya DPR mencerminkan lebih pintar dari kita, tapi setelah melihat pemberitaan seperti itu, mungkin kita semua merasa menyesal sudah memilih wakil kita. Saya sendiri merasa geram dalam bahasa jawanya adalah "gregeten".
sedikit dari unek-unek yang hanya bisa saya sampaikan di sini, karena kalau saya sampaikan langsung ke Gedung yang megah itu tidak tahu kapan saya akan duduk disana!.......

inilah pemberitaan yang saya ambil dari berbagai sumber .

Pimpinan DPR tandingan yang diajukan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bisa menimbulkan masalah baru. Soalnya, perseteruan ini dikhawatirkan mengarah pada ancaman politik dan keamanan di Tanah Air.

Oleh karena itu, KIH bersama Koalisi Merah Putih (KMP) mampu menetralisir situasi politik tersebut. Perseteruan ini tentunya bisa berdampak besar dan merugikan rakyat. Elit partai diharapkan berpolitik secara dewasa.

"Perseteruan berkelanjutan ini sebaiknya dihentikan. KMP dan KIH jangan menonjolkan ego dan kekuasaan," ujar Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI), Gandi Parapat kepada SP, Kamis (30/10).

Gandi mengatakan, saling sikut antara KMP dan KIH bersumber dari pemilihan presiden (Pilpres). Ajang mengejar kekuasaan ini kemudian berkelanjutan di pemerintahan yang baru. Elit partai tidak mempertimbangkan dampaknya.

"Kedua kubu yang berseteru ini sebaiknya memperlihatkan politik santun dan beretika. Jangan biarkan perseteruan ini menjadi tontonan rakyat dan negara lain. Ini bisa merugikan Indonesia," katanya.

Menurutnya, KIH dan KMP mempunyai satu tujuan yang positif. Kedua kubu ini menginginkan Indonesia bisa lebih maju dan bebas dari korupsi. KIH dan KMP pun mendukung lembaga antikorupsi memberantas korupsi.

"Kedua kubu elit partai ini seharusnya mengumandangkan genderang perang memberantas koruptor. Jadi, siapa saja yang diduga terlibat harus diusut sampai tuntas, termasuk calon menteri yang diberi tanda merah dan kuning oleh KPK itu," sebutnya.

Lihat sumbernya kih vs kmp


Polarisasi wakil rakyat di DPR menjadi dua kubu, Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), dikhawatirkan akan menghalangi aspirasi rakyat menyusul kuatnya kepentingan partai pengusung koalisi.
Awalnya, dua kubu tersebut berkelompok untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Kubu KMP yang digawangi Partai Golkar, Gerindra, PPP, PAN dan PKS mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Adapun KIH yang dibesut PDIP, PKB, Hanura dan Nasdem mengusung pasangan calon Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Dari dukungan tersebut, kekalahan salah satu kubu membuat api perseteruan kian kencang. KMP pun mengajukan gugatan sengketa pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas produk KPU yang memutuskan kemenangan pasangan Jokowi-JK. Setelah sidang selama 14 hari, hakim konstitusi ahkirnya memutus kekalahan untuk kubu KMP. Keputusan itu, mengukuhkan Jokowi-JK sebagai pemenang sah Pilpres 2014 yang merupakan kemenangan kubu KIH.
Ternyata, perseteruan jalur hukum dengan bendera KMP dan KIH belum selesai sampai disitu. Tak terima tajinya dipatahkan di depan pendukungnya, KMP akhirnya menempuh jalur politik melalui DPR periode 2009-2014 dengan menggenjot pembahasan RUU Pilkada dengan mengusung opsi pilkada yang diselenggarakan oleh DPRD.
Setelah melalui pembahasan alot karena Fraksi Partai Demokrat yang semula mendukung opsi pilkada langsung dengan 10 syarat menarik diri dari dukungan, RUU tersebut akhirnya disahkan dengan kemenangan kubu KMP menjadi UU pada Jumat (26/9) dini hari. Sampai pembahasan RUU itu, skor kemenangan imbang untuk kedua kubu.
Setelah skor 1-1, rasa-rasanya rakyat sudah gerah melihat tingkah polah wakilnya di parlemen yang lebih mengutamankan kepentingan partai politik dengan motif tertentu. Para elite politik yang duduk di parlemen dianggap telah merampas hak pilih rakyat dalam pilkada.
Telah usainya periode parlemen perampas hak rakyat dan dilanjutkan dengan pelantikan anggota dewan periode 2014-2019, ternyata belum memberikan angin segar untuk rakyat karena rangkaian perseteruan itu kian meruncing. Perseteruan dilanjutkan dengan modal 62% di DPR—ditambah dukungan Partai Demokrat— kubu KMP menguasai pimpinan parlemen 2014-2019 dengan kemenangan aklamasi paket pimpinan Setya Novato Cs. pada Kamis (2/10/2014) dini hari.
Sidang kali ini, diwarnai aksi walk out dari kubu KIH. Skor menjadi 2-1 untuk KMP. Kubu pengusung Prabowo-Hatta kembali meraih kemenangan dengan menjadi penguasa parlemen. Dengan kemenangan itu, KMP bisa lebih mudah melakukan manuver terhadap kebijakan eksekutif dari kabinet Jokowi-JK.
Melirik daftar panjang perseteruan vis a vis itu, sangat sulit menolak stigma bahwa dua kubu akan akur mencapai mufakat dalam membela kepentingan rakyat. Mampukah aspirasi, etis, dan moral menenggelamkan ego kelompok dalam setiap proses legislasi?

Lihat sumbernya perseteruan kmp vs kih di parlemen


 

October 08, 2014

Penyembuhan Impotensi bermula dari diri sendiri




penanganan masalah impoten

 Pada Suatu Hari ....

Istri anda telah berdiri di hadapan anda dengan gaun tidur tipis yang merangsang. la menyandarkan tubuhnya dengan manja, menciumi anda dengan hasrat meluap-luap dan memberi isyarat kepada anda untuk pindah ke kamar tidur.
Denyut nadi anda bertambah kencang, napas anda memburu, semuanya berjalan dengan lancar. Tapi, di saat yang paling menentukan, mendadak peluncur roket anda berubah menjadi seperti sebatang sosis yang kekurangan isi.
Sial... anda pernah mendengar bahwa itu terjadi pada pria mana pun sekali atau dua kali, maka anda mencoba tidak mempermasalahkannya. Namun, anda tetap tidak berdaya, bahkan meskipun anda telah berusaha keras mengobarkan kembali birahi anda. Mendapatkan ereksi menjadi lebih sulit daripada mengangkat sebuah piano 500 kg ke ruangan di lantai tiga.


Penyembuhan Impotensi berawal dari diri anda sendiri

Saudara pembaca ..

Sesungguhnya banyak yang dapat diperbuat oleh dokter spesialis urologi dan terapi seks untuk anda bahkan apabila anda menderita masalah impotensi yang berkelanjutan. Apabila masalah impotensi anda disebabkan faktor psikologis seperti stress, kelelahan, komunikasi yang gagal terhadap pasangan dan lain-lain maka konseling atau konsultasi dengan seorang terapis seks mungkin sudah cukup.
Tetapi apabila masalah anda menyangkut kondisi fisik, ada beberapa terapi yang dapat anda pilih, termasuk obat-obatan dan implantasi penis.
1. Lohimbin hidroklorida (Yocon)
Obat resep yang dibuat dari kulit kayu pohon yohimbe asal Afrika, terbukti menyembuhkan impotensi pada satu dari tiga penderita. Akan tetapi waktu yang diperlukan untuk menikmati hasilnya bisa sampai delapan minggu, dan efek sampingnya antara lain adalah mual-mual, pusing, dan lekas marah.
2. Suntikan
Dokter mungkin menganjurkan anda menyuntikkan sendiri obat-obatan seperti papaverin dan prostaglandin (Prostin VR) langsung ke penis anda. Suntikan ini menyebabkan pembuluh darah dalam penis melebar dan anda akan memiliki ereksi yang dapat berlangsung sampai tiga jam, bahkan meskipun anda telah mengalami ejakulasi.
Tentu saja, menusukkan jarum suntik ke bagian tubuh favorit ini bagi sebagian orang cukup mengerikan. Akan tetapi sakitnya masih kalah dari sakit karena disengat lebah. Sisi buruknya, apabila ereksi berkat injeksi ini berlangsung lebih dari empat jam, penis anda dapat rusak secara permanen. Ini pun jangan terlalu dicemaskan, sebab hanya satu persen pengguna terapi injeksi yang sampai mengalaminya.
Bagaimanapun, andaikata anda masih mengalami ereksi selewat tiga jam, ambil tablet dekongestan 30 miligram yang mengandung pseudoefedrin (misalnya obat untuk flu parah). Obat ini akan memperkecil pembuluh darah dan mengempiskan penis anda, kata Dr. Crenshaw. Apabila ereksi anda tidak hilang setelah satu jam sehabis minum obat itu, hubungi dokter atau pergi ke unit perawatan darurat di rumah sakit dengan segera.

3. Alat Vakum


Anda juga dapat mencoba menggunakan alat vakum yang pas dengan penis anda. Sebuah pompa akan mengeluarkan udara dari tabung hampanya yang terbuat dari plastik. Itu menyebabkan terjadinya tekanan negatif di ruangan itu, yang menarik darah ke dalam penis dan menghasilkan ereksi. Kebanyakan pria yang menggunakan alat ini selanjutnya memasang gelang karet pada bagian pangkal penis untuk menjaga agar darah tidak keluar dari situ.
"Apabila anda ragu bahwa anda akan mampu mendapatkan ereksi, anda dapat menggunakan alat ini, memompanya, dan mendapatkan ereksi hanya semenit kemudian," kata Dr. Crenshaw. "Kecemasan anda langsung hilang dan anda bisa menghemat baik waktu maupun uang untuk terapi."
Bagaimanapun, gelang harus dilepaskan selewat 20 hingga 30 menit supaya penis anda tidak mengalami luka memar.
4. Implantasi
Ada juga alat yang dapat dimasukkan ke dalam penis anda melalui operasi untuk menciptakan ereksi. Akan tetapi sampai 50 persen alat macam ini akan kehilangan kemampuannya setelah lima tahun, dan apabila itu terjadi, anda harus dioperasi lagi.

September 26, 2014

Perseteruan Keputusan RUU Pilkada


UU Pilkada
Perseteruan antara partai politik dalam membahas RUU Pilkada akhirnya berakhir, dengan keputusan Pilkada lewat DPRD. Hasil itu melewati beberapa tahapan, bermula dari dua kubu yang bersaing saat pilpres berlangsung, kemudian di tengahi oleh Demokrat dengan persyaratan harus memasukkan 10 perbaikan yang di nilai oleh Demokrat itu harus. Akhirnya Demokrat membuat aksi Walk out, tapi arti walk out itu banyak penafsiran, silahkan bagi temen yang mau menafsirkan arti dari walk outnya Demokrat di tulis di kolom komentar.

Penulis akan mengambil pendapat dari salah satu partai politik yang di publikasikan lewat media beritasatu.com

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang di wakili SekJenya Tjahjo Kumolo menyayangkan sikap menarik-diri (walk out) Partai Demokrat (PD) pada saat sidang paripurna pengesahan RUU Pilkada di Gedung DPR.
Menurutnya, PD telah mengkhianati rakyat yang notabene memilih partai berlambang bintang mercy tersebut sebagai partai pemerintah.

"Ternyata 10 tahun pemerintahan Demokrat ini, yang dipilih langsung oleh rakyat, mengingkari hak-hak politik rakyat. Karena bagaimana pun SBY itu produk demokrasi yang dipilih langsung oleh rakyat," katanya usai sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Jum'at (26/9) dini hari.

Tjahjo melanjutkan, masyarakat cukup pandai dalam menyikapi apa yang telah dilakukan oleh PD. Dan, meskipun dia mengaku PDI-P akan mempersiapkan langkah selanjutnya setelah paripurna ini, dia yakin masyarakat juga tidak akan tinggal diam.
"Saya yakin meskipun PDI Perjuangan menyiapkan (laporan ke MK), tetapi banyak masyarakat yang mendorong untuk mengajukan (UU Pilkada) ke MK (Mahkamah Konstitusi)," pungkasnya.

Jalan Cerita Putusan RUU Pilkada


UU Pilkada
Sidang Rapat Paripurna dengan agenda mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Pilkada yang digelar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis 25 September 2014 di warnai dengan berbagai argumen.

Dalam sidang Paripurna tersebut Koalisi Merah Putih (KMP) kembali memenangkan 'pertarungan' politik dalam proses legislasi di DPR. Setelah UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), koalisi pendukung Prabowo-Hatta berhasil memenangkan opsi Pilkada melalui DPRD dalam pengesahan RUU Pilkada.

Anggota KMP dari PKS, Hidayat Nur Wahid menyebut kemenangan lewat voting RUU Pilkada menunjukkan soliditas parpol di barisan koalisinya. "Alhamdulilah kami teruji dengan beragam dinamikanya," kata Hidayat di Gedung DPR, Jumat (26/9/2014) Baca selengkapnya di sini

Padahal posisi KMP sempat terjepit ketika Fraksi Demokrat tetap mendukung opsi Pilkada langsung menyertakan 10 syarat.  Ke 10 poin catatan Partai Demokrat yang harus dimasukkan dalam RUU Pilkada adalah:
1. Uji publik atas integritas dan kompetensi calon Gubernur, calon Bupati dan calon Walikota.
2. Efisiensi biaya Pilkada harus dan mutlak dilakukan.
3. Pengaturan kampanye dan pembatasan kampanye terbuka.
4. Akuntabilitas penggunaan dana kampanye.
5. Larangan politik uang dan sewa kendaraan partai, seperti kalau seseorang ingin maju dari partai A, bisa disebut mahar. Itu harus dilarang.
6. Larangan melakukan fitnah dan kampanye hitam.
7. Larangan pelibatan aparat birokrasi.
8. Larangan pencopotan aparat birokrasi usai Pilkada.
9. Penyelesaian sengketa Pilkada.
10. Pencegahan kekerasan dan tanggung jawab calon atas kepatuhan pendukungnya. baca di sini


Fraksi Partai Demokrat Walk Out
Karena keinginan Fraksi Partai Demokrat tidak diakomodir semuanya dalam sidang paripurna RUU Pilkada, Jumat (26/9/2014) dini hari, mereka memutuskan untuk walk out. “Mohon berkenan kami ambil sikap walk out,” kata Benny K Harman dari Fraksi Demokrat.
Fraksi Partai Demokrat merupakan fraksi yang memiliki 148 kursi di DPR. Posisi fraksi ini sangat menentukan di sidang paripurna ini. Fraksi Partai Demokrat yang tadinya mendukung pilkada langsung, tapi dengan 10 syarat. Kini, mereka memutuskan untuk tidak mendukung pilkada langsung maupun pilkada lewat DPRD.

Benny mengatakan Fraksi Partai Demokrat tidak ingin membawa masalah baru dalam pilkada.
Dengan hasil keputusan sidang paripurna yang mengesahkan peraturan bahwa pemimpin daerah kembali dipilih oleh DPRD ini, maka rakyat sekarang tidak bisa menentukan pemimpin daerah sesuai dengan hati nurani mereka karena pemilihan akan diwakilkan oleh anggota dewan perwakilan daerah.lihat di sini
Setelah keluarnya PD dari ruang sidang maka membuat posisi KMP di atas angin.

Hasil Voting RUU PIlkada
Dalam voting, jumlah fraksi yang memilih pilkada lewat DPRD berjumlah 226 anggota DPR dan yang memilih pilkada langsung sebanyak 135 anggota dewan.
Dalam pengambilan voting, Fraksi Golkar terbelah, yang mendukung pilkada DPRD lewat DPRD sebanyak 73 orang, kemudian Fraksi PKS 55 orang, PAN 44 orang, PPP 32 orang, dan Gerindra 22 orang.
Adapun pendukung pilkada langsung, rinciannya Fraksi Golkar 11 orang, PDI Perjuangan 88 orang, PKB 20 orang, dan Hanura 10 orang.

Setelah hasil voting disahkan pimpinan DPR, pendukung pilkada langsung berteriak: “inalillahi, inalillahi.”
Setelah itu, pimpinan sidang Priyo Budi Santoso dari Fraksi Golkar mengesahkan revisi RUU Pilkada menjadi UU Pilkada.

Berikut ini rincian dari voting:
Golkar:
1. Pilkada Langsung: 11 orang
2. Pilkada lewat DPRD: 73 orang
3. abstain: 0
PDIP:
1. Pilkada Langsung: 88 orang
2. Pilkada lewat DPRD: 0 orang
3. abstain: 0
PKS: 
1. Pilkada Langsung: 0 orang
2. Pilkada lewat DPRD: 55 orang
3. abstain: 0
PAN:
1. Pilkada Langsung: 0 orang
2. Pilkada lewat DPRD: 44 orang
3. abstain: 0
PPP
1. Pilkada Langsung: 0 orang
2. Pilkada lewat DPRD: 32 orang
3. abstain: 0
PKB
1. Pilkada Langsung: 20 orang
2. Pilkada lewat DPRD: 0 orang
3. abstain: 0
Gerindra
1. Pilkada Langsung: 0 orang
2. Pilkada lewat DPRD: 22 orang
3. abstain: 0
Hanura
1. Pilkada Langsung: 10 orang
2. Pilkada lewat DPRD: 0 orang
3. abstain: 0
Demokrat
1. Pilkada Langsung: 6 orang
2. Pilkada lewat DPRD: 0 orang
3. abstain: 0.
 di ambil dari sumber aslinya di sini

September 10, 2014

Tugas dan Susunan Panitia Muktamar ke VIII PPP


Muktamar ke VIII PPP
Panitia Muktamar ke VIII PPP. Ketua steering comite (SC) Suharso Monoarfa, Sekretaris SC M Romahurmuziy, Ketua Organizing Committee (OC) Ahmad Farial, Sekretaris OC Aunur Rofik, dan Bendahara OC Mahmud Yunus

Panitia Muktamar VIII diminta melaksanakan muktamar sesuai dengan ketentuan AD/ART PPP. Adapun ketentuannya ialah sebagai berikut :

1. AD pasal 51 ayat (2): "Muktamar diselenggarakan selambat-lambatnya 1 tahun setelah terbentuknya pemerintahan baru hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden".

2. AD pasal 73 ayat (1): "Masa bakti kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar VII 2011 berakhir pada Muktamar VII yang harus diselenggarakan pada tahun 2015".

3. AD pasal 51 ayat (6): "Muktamar diselenggarakan oleh DPP PPP".

4. Bahwa atas dasar ketentuan-ketentuan di atas, dengan mengingat waktu pelantikan presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober 2014, maka Muktamar VIII akan diselenggarakan antara 1 Januari 2015 sampai dengan 20 Oktober 2015. Adapun waktu dan tempat pelaksanaan akan diputuskan sesuai dengan kesiapan teknis dalam rapat pengurus harian DPP PPP berikutnya.


Silahkan Lihat Sumber Aslinya 1

Silahkan lihat sumber aslinya 2

June 12, 2014

Cinta Harus Selalu Ada dalam diri kita




Cinta merupakan hal mengasikkan, orang belum akan tahu arti suka/gembira dan duka/sedih bila belum pernah ada perasaan yang melekat di hatinya yang biasa di sebut cinta.
Sudah banyak lagu digubah, puisi ditulis, dan kanvas dilukis untuk menggambarkan cinta. Tapi apakah cinta itu sebenarnya? Tentu seorang pelukis akan berbeda dengan pencipta lagu dalam menjelaskan cinta. Bahkan setiap orang akan mendefinisikan cinta dengan cara yang berbeda. Dan itu sah-sah saja.

Robert Sternberg, seorang psikolog Amerika Serikat, berpendapat bahwa cinta dalam sebuah hubungan interpersonal memiliki tiga komponen dasar, keintiman (intimacy), gairah (passion) dan komitmen (commitment). Ketiga komponen cinta ini kemudian saling berkombinasi membentuk 7 jenis cinta yang berbeda. Yang manakah cinta Anda?

Nonlove Cinta ini hanya terdiri dari komponen keintiman. Di antara individu yang mengalami jenis cinta ini terjalin kedekatan fisik dan emosional. Namun, cinta jenis ini biasanya hanya terjadi pada hubungan pertemanan. Kedua pihak merasakan ada hubungan dekat yang hangat, tapi tidak disertai dengan emosi yang mendalam (gairah) maupun komitmen jangka panjang. Anda tentu tidak keberatan jika sahabat harus melanjutkan studi atau pindah kerja ke kota lain, kan? Dalam cinta pertemanan ini tidak ada keterikatan yang memaksa masing-masing pihak untuk selalu bersama-sama.

Infatuation
Sering disebut cinta cinta pada pandangan pertama. Inilah cinta yang diibaratkan datang dari mata lalu turun ke hati. Ketika melihat obyek cinta, timbul gairah untuk selalu bersama. Meski mungkin sebenarnya Anda tidak ada kedekatan yang terjalin dengan si obyek cinta. Gairah merupakan satu-satunya komponen cinta yang ada di jenis hubungan cinta ini. Tidak ada kedekatan emosional yang terjalin dan juga tidak ada komitmen. Itu sebabnya, infatuition mudah timbul dan juga mudah hilang.

Empty Love
Dalam hubungan cinta ini hanya ada komponen komitmen. Banyak cinta yang berubah menjadi cinta hampa seiring berlalunya waktu. Hubungan yang pada awalnya terasa hangat dan bergairah, terkadang berubah menjadi hampa karena komponen keintiman dan gairah telah luntur. Namun pada hubungan yang dijodohkan, seringkali yang terjadi adalah kebalikannya. Pasangan tersebut memulai dari cinta yang hampa (komitmen yang dipaksakan). Dan, seiring waktu mulai timbul keintiman dan gairah.

Romantic Love Pasangan yang terlibat dalam jenis cinta ini akan terlihat senang bersama-sama karena adanya keintiman. Selain itu, pasangan cinta romantis juga akan memiliki gairah yang mendalam terhadap satu sama lain. Itu sebabnya, pasangan cinta inilah yang biasanya disebut sedang mabuk cinta. Meski begitu, pasangan mabuk cinta belum tentu ingin selamanya bersama-sama. Dalam jenis hubungan cinta ini tidak ada komitmen karena seringkali dirasa mengekang kenikmatan cinta itu sendiri.

Companionate Love
 
Bisa juga diartikan cinta setia. Nah, hubungan cinta jenis ini sering ditemui dalam pernikahan atau hubungan yang telah cukup lama terjalin. Dalam hubungan ini, biasanya gairah sudah pudar. Namun, masih ada keintiman dan komitmen yang lekat. Secara umum, cinta setia adalah hubungan yang terjalin antara Anda dengan seseorang yang sudah cukup lama berbagi suka-duka. Cinta setia lebih kuat dibanding cinta teman karena adanya komponen komitmen. Selain dalam hubungan pernikahan, cinta setia juga bisa ditemui di dalam hubungan persahabatan yang erat dan juga di antara kerabat keluarga.

Fatuous Love Alias cinta buta. Dinamakan begitu karena komponen pembentuknya hanyalah gairah dan komitmen. Jenis hubungan cinta ini cenderung bersifat menderu-deru karena tidak ada keintiman yang dapat menstabilkan sebuah hubungan. Cinta buta bisa berdampak negatif karena biasanya melibatkan rasa ingin memiliki yang mengikat tiap individu. Padahal, mungkin saja hubungan tersebut tidak lagi berfungsi positif. Terbukti dengan tidak adanya rasa percaya sehingga kedekatan antara individu tidak terjalin.

Consummate Love 

Orang mengartikannya sebagai cinta sejati. Inilah cinta yang diidam-idamkan semua orang. Cinta ini yang paling sempurna dengan adanya komponen keintiman, gairah, dan komitmen. Keberadaan ketiga komponen cinta membuat jenis hubungan cinta ini cenderung berjalan secara stabil. Komitmen yang terjalin dalam cinta ini didasari pada rasa saling menghormati (karena adanya hubungan yang dekat secara fisik maupun emosional), dan juga hasrat untuk selalu bersama yang sangat kuat. Inilah yang membuat cinta sejati akan lebih langgeng dibanding jenis cinta lain.

Dengan nama apa pun jenis hubungan cinta Anda saat ini, pertahankanlah perasaan itu. Karena dengan cinta semua masalah bisa di lalui dengan riang dan gembira.
Semoga Anda setelah membaca ini anda merasa bahagia dan menjalaninya dengan bahagia.
Tetap bawa selalu yang namanya CINTA.

Pengalaman seksual pertama kali dapat menciptakan pola pikir


Tidak bisa di nafikan bahwa pengalaman pertama itu tak kan terlupakan, begitu pula masalah seks. Nyatanya ada banyak pria dan wanita terbayang-bayang bagaimana sensasi saat pertama kali bercinta. Sebuah penelitian membenarkan hal ini.

Menurut penelitian baru-baru ini, ada banyak faktor saat 'malam pertama' yang bisa mempengaruhi kehidupan seks di kemudian hari. Penelitian berjudul 'Gone But Not Forgotten' yang dilakukan di AS ini ingin melihat bagaimana efek pertama kali bercinta terhadap kehidupan seseorang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang merasa dicintai dan dihargai saat pertama kali bercinta lebih mungkin memiliki kehidupan seks yang memuaskan. Dalam penelitian ini, sebanyak 331 orang pria dan wanita muda ditanya mengenai perasaannya saat kehilangan keperawanan dan keperjakaannya.

Beberapa hal yang ditanyakan adalah rasa takut, tertekan, bersalah dan menyesal, serta dicintai dan dihormati. Tiap 2 minggu sekali, para peserta juga diminta mengisi buku harian untuk mendokumentasikan hubungan seksual yang dialami, lalu diminta menilai hubungan seksnya secara keseluruhan.

Penelitian menemukan bahwa orang yang sejak pertama kali sudah merasakan pengalaman seks yang memuaskan, maka untuk seterusnya ia akan merasa puas dengan kehidupan seksnya, baik secara fisik ataupun emosional.

"Hasil ini menunjukkan bahwa pengalaman seksual pertama kali lebih dari sekedar tonggak pembangunan, namun tampaknya memiliki implikasi atas kesejahteraan seksual beberapa tahun kemudian," kata peneliti, Carrie Smith dari University of Mississippi.

Walau demikian, bukan berarti orang yang saat pertama kali bercinta sudah mendapat kepuasan lantas akan selalu puas saat bercinta. Hanya saja, pengalaman pertama ini akan membuat jalan untuk mencapainya jadi lebih mudah.

Pada dasarnya, pengalaman seksual pertama kali dapat menciptakan pola pikir dan perilaku yang digunakan untuk membimbing seseorang dalam melakukan pengalaman seksual yang baru. Pengalaman pertama juga dapat menjadi kerangka kerja atas pemahaman baru atau interpretasi tentang seksualitas.

September 20, 2013

Kegagalan Jalan Menuju Kesuksesan




sukses tidak harus supermanKegagalan bukan akhir dari semua hasil usaha yang sudah kita lakukan, tapi kerikil kecil yang bikin kita tahu bahwa kegagalan bukanlah hal yang buruk dan di sesali berlarut-larut. Jadikan kegagalan itu sebuah pengalaman yang baru dan nantinya bisa di jadikan cerita di kemudian hari.
Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan,yaitu di saat apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Kita perlu belajar bagaimana menyiasati kegagalan tersebut,karena semua guru sukses mengatakan bahwa gagal dan berhasil itu sudah di kemas dalam satu paket.


Hanya sering kita tidak sabar dalam proses untuk mendapatkan keberhasilan, dan cepat mengeluh, menyalahkan orang lain dan mencari-cari alasan untuk berhenti bertindak apabila menemukan kegagalan.

Ada beberapa type orang dalam merespon kegagalan :

1. Mencari kambing hitam, menyangkal dan mencari pembenaran.

Kebanyakan orang akan melakukan hal ini, ketika menemui kegagalan. Merasa frustasi dan akhirnya berhenti bertindak dan menyerah. Mereka akan berkata kepada orang lain :
"wah, saya nggak berbakat",
"pemerintah itu tidak adil ",
"karyawan saya kurang ajar"
"benar kan kata saya, bisnis itu susah "


2. Mengulang tindakan yang sama tanpa merubah strategi.

Orang type seperti ini, masih lebih bagus, karena mereka yakin dan masih mencoba tetap bertindak untuk mencapai tujuannya. Akan tetapi mereka lupa bahwa tindakan yang mereka ambil masih sama dengan yang pernah mereka lakukan. Jadi mereka menggunakan pendekatan, cara-cara yang sama dan terus mengulang-ulang tanpa pernah merubah strategi yang di gunakan.


3. Belajar dari kesalahan, merubah strategi dan terus bertindak.




Pola seperti ini yang orang-orang sukses gunakan, mereka tidak pernah merasa gagal, mengeluh, menyalahkan orang lain. Mereka terus belajar , merubah strategi dan melakukan apapun yang di perlukan sampai mendapatkan tujuan


Untuk mendapatkan hasil yang berbeda, tindakan anda juga harus berbeda.


Hidup adalah pilihan, dan kita bertanggung jawab penuh atas kehidupan kita sendiri, bukan orang lain, bukan atasan kita dan juga bukan pula pemerintah.

Jadilah Orang Yang Selalu Bersemangat




SuksesJennie S. Bev dikenal sebagai salah satu penulis, pengusaha, dan pengajar yang sukses berkarir di Amerika Serikat. Ia menjadi salah satu anak bangsa yang berhasil menaklukkan kerasnya medan persaingan di ranah global. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini sekarang mantap berkarir di Kalifornia, Amerika Serikat. Sejumlah perusahaan dot.com sedang dia garap dan besarkan, dan sejumlah bisnis offlinelainnya juga tengah dalam masa inkubasi. Ia juga aktif menulis di berbagai media di Indonesia, Singapura, Amerika, Kanada, Inggris, Perancis, dan Jerman. Lebih dari 900 artikel dalam bahasa Inggris telah dia tulis, dan tak kurang dari 64 buku dalam bahasa Inggris sudah dia terbitkan. Hebatnya, itu semua dia kerjakan di tengah-tengah kesibukannya mengurus bisnis dan masa-masa merampungkan studi doktoralnya.

Profilnya banyak menghiasi sejumlah media massa lokal seperti majalah Fit, Femina, Bisnis Kita, Intisari, Chic, dll. Sebelumnya, Jennie juga sudah beberapa kali tampil di media massa internasional seperti Entrepreneur, Teen, People, Dong, Home Business, Canadian Business, Audrey, The Independent, dan San Fransisco Chronicle. Dan pada September 2006 lalu, Jennie merilis buku pertamanya dalam bahasa Indonesia yang berjudul Rahasia Sukses Terbesar. Buku motivasi tersebut mendapat sambutan cukup hangat di Indonesia dan masuk kategori buku laris. 

Banyak sekali yang ingin Jennie lakukan, raih, dan berikan kepada sesama, bangsa, dan dunia. Begitulah yang tergambar dalam setiap tulisan maupun wawancara-wawancara yang dia berikan. Orang akan mudah melihat betapa kuatnya karakter Jennie hanya melalui tulisan-tulisan maupun wawancaranya. Ia termasuk sosok yang—berulang-ulang dan tanpa bosan-bosannya—meneriakkan supaya kita, sebagai sebuah bangsa, berani menjadi bangsa yang dignified, sebuah bangsa yang punya “harga diri kesatriaan”. Begitulah istilah dia. Dan tampaknya, anjuran Jennie itu akan semakin berkumandang dan banyak didengar oleh khalayak.
Berikut adalah wawancara Jojo Raharjo, seorang penulis lepas, dengan Jennie S. Bev yang dihadirkan khusus untuk pengunjung setia Pembelajar.com.
Jennie, bisa Anda ceritakan, bagaimana kisah Anda meninggalkan Indonesia untuk memutuskan merantau ke Amerika Serikat?
Setelah lulus FHUI tahun 1994, saya berangkat dulu ke UC Berkeley, tepatnya di tahun 1995, kemudian sempat kuliah di beberapa institusi lainnya. Mungkin ini bersumber dari isi hati saya yang selalu mencari dan gelisah.
Saat itu keberangkatan saya dibarengi dengan kekhawatiran akan kakek saya yang sedang menderita colon cancer (kanker usus besar), maka tidak lama kemudian saya memutuskan kembali dan menemani kakek saya sampai beliau meninggal. Pada 1997 saya memutuskan menikah dengan Beni Bevlyadi, suami saya sekarang. Setahun kemudian dengan keadaan ekonomi Indonesia yang morat-marit (krismon), saya bertekat untuk memperbaiki kehidupan dengan memutuskan merantau. Amerika Serikat menjadi tujuan karena saya sudah kenal negeri ini cukup lama. Juga dengan kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan yang lumayan, lebih mudah bagi saya untuk survive di sana dibandingkan dengan di Jerman, misalnya.



Sejak 1995 sampai masa krismon pra keberangkatan kedua saya untuk bermigrasi, saya aktif menulis di tabloid Kontan, The Jakarta Post, dan The Indonesian Observer untuk kolom opini. Ini juga dilakukan sambil bekerja di sebuah perusahaan printing dan publishing asal Jepang di Singapura dan juga mengajar di salah satu business college di Sunter, Jakarta. Saya ingat artikel pertama saya dimuat di The Jakarta Post, judulnya “End to Thesis Requirement Sets Us One Step Back.” Saya masih simpan fotokopinya. Namanya juga artikel pertama, jadi dikenang terus.
Bekal saya merantau saat itu hanyalah biaya hidup untuk satu tahun, TOEFL score nyaris sempurna, dan keyakinan membara bahwa di manapun saya berada, di situlah rumah saya dan di situlah sukses bisa diraih. Amerika Serikat sebagai negara adidaya dengan kaum intelektualnya yang sangat maju dalam banyak bidang merupakan daya tarik tersendiri bagi saya.
Bukankah untuk menjadi seekor singa, maka kita perlu bergaul dengan singa pula? Jadilah saya memilih Kalifornia, bukan negara bagian lainnya. Kalifornia sendiri adalah kekuatan ekonomi dunia nomor enam, dan satu-satunya yang bukan negara (hanya negara bagian). Di antara singa ini, terutama di Silicon Valley, saya bertarung. Menang atau kalah, sekarang sudah mulai bisa dijawab.
Banyak orang berpandangan sinis kepada orang Indonesia yang sukses dan tidak kembali ke Tanah Air. Sering terungkap kata-kata seperti “anasionalis” dan lain-lain. Bagaimana pandangan Anda terhadap anggapan seperti itu?

Saya mengerti pandangan seperti ini, karena saya juga sering “dituding” demikian. Pertama-tama, kita perlu melihat dengan jujur bagaimana Indonesia sebagai tempat untuk eksistensi. Sebagai contoh, seorang profesor ahli fusi maupun ahli kloning, misalnya, apa yang bisa ia lakukan di Indonesia? Tanpa ada laboratorium yang memadai, apa yang bisa diperbuat? Pemerintah Indonesia sendiri mungkin tidak punya dana untuk membangun laboratorium super canggih seperti itu.


Di sisi lain, banyak orang Indonesia yang sukses di luar negeri namun dipandang “anasionalis” tersebut sebenarnya merupakan duta bangsa Indonesia secara tak resmi. Bukankah dengan berkarya di bidangnya masing-masing, ia memberikan sumbangsih yang membawa nama harum bangsa Indonesia di dunia internasional? Daripada profesor ahli kloning itu kembali ke Indonesia dan malah cuma bekerja serabutan saja, bukankah ia lebih baik berkarya maksimal di laboratorium yang sungguh-sungguh istimewa dan lebih dari memadai untuk berkarya luar biasa? Siapa lagi yang bangga dengan keharuman nama profesor ahli kloning itu? Indonesia, bukan? Bukan Amerika Serikat lho, jangan salah.


Coba lihat betapa banyak ahli komputer asal India di Silicon Valley? Mereka sampai mati pun akan diidentifikasi sebagai orang India, bukan sebagai seorang Amerika karena mereka memang berasal dari India. Dengan keberhasilan mereka sebagai pekerja intelektual, nama India sampai sekarang demikian harum sebagai hub intelektual dunia yang sangat diperhitungkan. Dan mereka menjadi jembatan bagi perusahaan-perusahaan India yang reputasinya baik untuk bergerak di Amerika Serikat karena adanya dukungan moril.


Bagi Indonesia untuk sungguh-sungguh mengikuti perkembangan dunia dan supaya diperhitungkan dunia internasional, kita mesti bergerak dari luar Indonesia. Tujuannya tidak lain supaya dunia internasional mengenal Indonesia sebagai hub intelektual, bukan hanya pengekspor pembantu rumah tangga. Memang ini juga sudah baik, namun alangkah baiknya kalau Indonesia juga dikenal sebagai negara penghasil kaum intelektual?


Saya sendiri walaupun bukan profesor ahli fusi maupun kloning, mungkin adalah satu-satunya orang asal Indonesia telah memecahkan beberapa barriersekaligus. Dalam beberapa bidang, karya saya jauh lebih baik dari mayoritas orang asal Amerika. Dan tentu saja, mereka juga tahu asal-muasal saya, yaitu saya orang yang dilahirkan di Indonesia. Mudah-mudahan karya-karya kecil saya memberi arti sedikit bagi Indonesia dan Asia.
Kembali ke soal nasionalisme, apakah dengan kembali ke Indonesia lantas kerja serabutan lebih baik daripada tinggal di luar negeri namun mengharumkan nama bangsa dengan karya-karyanya? Anda sendiri yang bisa menjawab.


Saya sendiri cinta Indonesia, terutama mereka yang kurang mampu dan terlantar. Sekarang, dengan penghasilan cukup di luar Indonesia, bukankah cukup banyak yang bisa saya lakukan? Misalnya, sekarang saya punya beberapa anak asuh dan bermaksud untuk menyumbangkan seluruh (100 persen) royalti dari buku Rahasia Sukses Terbesar bagi anak-anak yatim piatu dan terlantar. Saya tidak bisa lakukan banyak hal untuk kemanusiaan kalau saya masih kerja sebagai dosen di Indonesia, yang nota bene gajinya mungkin untuk biaya hidup pas-pasan saja.
Nasionalisme bukan berarti letak geografis seseorang, namun bagaimana arti sumbangsih seseorang terhadap Tanah Air dan dunia internasional. Harumkah nama Indonesia dengan Anda berada di Indonesia? Adakah manfaat nyata bagi Indonesia dengan Anda berada di Indonesia? Jika Anda bisa memilih hidup dan berkarya maksimal dengan pengakuan internasional di luar negeri, namun di Indonesia profesi Anda tidak bisa mendapatkan tempat berarti yang lantas membuat Anda kerja serabutan, mana yang dipilih? Anda pasti bisa menjawab.
Kapan saya kembali ke Indonesia? Dalam dua tahun ini, setelah kuliah yang sudah lama terbengkalai ini selesai dan setelah saya menyerap sudah cukup banyak ilmu yang pantas untuk dikontribusikan kembali kepada Indonesia. Saat ini saya sedang luar biasa sibuk dengan segala macam inkubasi bisnis, menulis disertasi, dan memperkuat fisik supaya lebih prima lagi. Dengan hidup gaya militan seperti ini, saya selalu terfokus dengan pencapaian setiap hari.

Nanti ketika saya kembali ke Indonesia, saya tidak akan tanggung-tanggung lagi. Tunggu tanggal mainnya, kawan. Kalau saya tidak akan kembali ke Indonesia, untuk apa saya memperkenalkan diri sekarang? Bukankah lebih baik saya “diam-diam” saja, toh prestasi saya sudah cukup lumayan di luar negeri?
Buku Rahasia Sukses Terbesar ini bukan buku pertama Anda. Bahkan, buku elektronik Guide to Become a Management Consultant menyabet finalis 2003 EPPIE Award. Sebenarnya, nilai-nilai apa yang Anda ingin sampaikan dalam setiap karya Anda?

Buku ini merupakan buku ke-64, ada beberapa buku lagi yang sedang diedit dan belum dirilis, namun kebanyakan dalam bahasa Inggris. Buku ini adalah buku pertama saya dalam bahasa Indonesia.
Setiap karya saya merupakan cernaan saya, biasanya saya mensimplifikasikan konsep-konsep rumit menjadi sederhana. Itulah sebabnya saya tidak pernah menyebut diri saya sebagai seorang jurnalis, karena saya mencerna dulu apa yang saya terima, baru dituangkan kembali dalam bentuk tulisan. Saya adalah an opinionated writer, kecuali ketika menulis artikel-artikel ilmiah.
Nilai yang ingin saya sampaikan hanya satu: segala sesuatu itu mudah, intinya adalah mindset dan bagaimana meng-approach sesuatu. Hal-hal yang rumit mesti disederhanakan dan dijalankan tanpa banyak neko-neko. Maju terus dengan hati yang lurus dan bersih. Bantu mereka yang kurang beruntung di sepanjang perjalanan, supaya bisa sama-sama mencapai gunung kesuksesan.

Apa cita-cita Anda pada masa kecil? Dan, saat ini, bagaimana perasaan Anda, ketika melihat pencapaian-pencapaian Anda? Apakah Anda merasa puas, menyesal, kurang optimal, atau yang lain?

Cita-cita saya tidak pernah tetap, selalu berganti-ganti. Terakhir saya memutuskan untuk menjadi seorang ahli hukum supaya bisa menegakkan keadilan. Ternyata, hukum tidak bisa menjamin keadilan (law is not justice), namun kepentingan-kepentingan para pihak yang dijustifikasikan (law is to justify actions).
Malah saya bisa lebih banyak berbuat tanpa dengan embel-embel “lawyer,” karena dengan menjadi diri sendiri, saya bisa bertindak dengan membawa misi dan visi sendiri, tidak dibatasi oleh satu perspektif saja (dalam hal ini hukum). Sebagai pemegang gelar Master di bidang pendidikan, saya merasa lebih berguna karena kita semua selama masih bernafas merupakan pembelajar. Kita selalu belajar setiap saat. Pendidikan MBA saya juga sangat berguna supaya bisa survivedi dunia usaha, yang hasilnya juga bisa dinikmati oleh mereka yang sungguh-sungguh memerlukan bantuan.
Nggak perlu neko-neko, kerja, belajar, dan memberi. Begitu terus berulang-ulang, itulah pencapaian hidup saya yang terbesar.

Di antara berbagai kutipan orang-orang terkenal yang menjadi inspirasi Anda, ada juga yang berasal dari Soe Hok Gie, “Lebih baik menjadi orang yang diasingkan, daripada menjadi orang munafik.” Apa arti pernyataan itu bagi Anda?
Saya menjunjung tinggi kebenaran dan etika, itu juga salah satu “rahasia” saya bisa survive di negara asing, bahkan sudah cukup memadai dan kadang-kadang berkelimpahan. Saya tidak suka neko-neko, yes or no. Pertahankan itu. Jika tidak sesuai dengan kata hati, saya tidak akan berpura-pura, namun tentu saja saya tetap perlu sopan terhadap orang lain. Namun sikap saya yang tidak suka kemunafikan ini tidak bisa dibilang selalu menguntungkan saya, karena kadang kala jadi senjata makan tuan.
Tetapi saya puas karena saya tidak menipu diri sendiri. Lebih baik orang lain tidak suka kepada saya karena kejujuran saya, daripada saya tidak suka kepada diri sendiri karena kemunafikan. Bukankah begitu?

Anda membentuk komunitas tersendiri untuk mengapresiasi karya Anda. Semacam fans club. Apa visi dan tujuan dari kumpulan orang-orang dalam komunitas ini?

Saya manusia biasa, perlu motivasi hidup juga. Dengan kehadiran mereka yang menyambut positif karya-karya saya, semakin termotivasi untuk berkarya semakin baik dan semakin banyak. Mudah-mudahan mereka pun bisa saling belajar satu sama lain, sehingga bisa saling memperkaya batin.

Semakin hari, kecenderungan orang berkomunikasi dengan teknologi informasi semakin membesar. Saat ini, ribuan situs dibuat setiap harinya. Jarak menjadi bukan masalah dengan fasilitas internet. Bagaimana Anda menyikapi fenomena ini? Positively or Negatively?

Internet adalah femonena luar biasa. Dulu ketika aktif menulis untuk tabloid Kontan, saya pernah menulis tentang Universitas Virtual dan Menjadi Eksekutif Portabel. Kedua hal itu sekarang sedang saya lakoni dan menjadi kegiatan sehari-hari. Sepuluh tahun yang lalu, kedua konsep itu seperti hidup di awang-awang, malah tidak sedikit orang-orang dekat saya yang mencibirkan bibirnya mendengar pandangan saya tersebut.
Internet membuka demikian besar kesempatan untuk bergerak. Di mana pun berada. Indonesia pun bisa bergerak melalui Internet, sepanjang etika tertinggi dijunjung dan perkembangan teknologi diikuti dengan seksama. India dan Cina adalah contoh nyata, bahkan Filipina pun yang mungkin dulu tidak begitu diperhitungkan, sudah menjadi pelaku bisnis di Internet. Menjadi pemain global sudah bukan impian lagi, intinya tinggal mempelajari aspek-aspek nonteknis dalam bisnis, seperti mempelajari budaya, etika kerja, dan tata krama. Juga kemampuan berbahasa Inggris, yang merupakan bahasa utama di Internet.

Intinya adalah harga diri dengan semangat kesatriaan. Dengan adanya hal ini, iri dan dengki berbalik menjadi semangat untuk maju dan memberi.
Apa saja sebenarnya faktor-faktor yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan? Bagaimana peran mimpi, alias visi yang kita tanamkan sejak dini untuk memacu hidup kita?

Sukses sendiri perlu didefinisikan dengan benar. Menurut pandangan saya, sukses adalah mindset. Saya adalah sukses, sukses adalah saya. Bukan pencapaian materi. Bukan pula prestasi yang kasat mata. Sukses adalah tentang being and becoming. Seorang sukses adalah seseorang yang bisa bertahan hidup tanpa kehilangan dirinya sendiri di dalam segala situasi.
Saat tidak punya uang, seorang sukses tidak lantas menyebut dirinya “tidak sukses.” Sukses sebagai mentalitas alias mindset memberikan kekuatan untuk menanggung kegagalan, walaupun berkali-kali. Untuk apa berubah menjadi pesimistis kalau sukses adalah Anda sendiri? Apa pun yang Anda kerjakan, jika dilakukan dengan mindset sukses, akan memberikan buah sukses pula pada akhirnya.
Seperti saya dulu yakin sekali dengan kehebatan sekolah virtual dan kerja virtual walaupun dicerca habis-habisan, ini merupakan suatu visi yang menjadi “blue print” keberadaan saya sendiri. Saat itu saya belum terpikir untuk menjadi pelaku, namun dengan menjadikan keyakinan ini menjadi bagian penting dalam diri saya, sekarang saya menjadi pelaku yang cukup diperhitungkan di pusat intelektual dunia ini.

Anda juga memiliki ketertarikan yang kuat pada dunia film. Apa keinginan tertinggi untuk mengembangkan diri dalam bidang film? Menjadi produser atau penulis skenario misalnya.

Betul, saya sudah berguru kepada Robert McKee. Beliau ini pencetak pemenang Piala Oscar dengan puluhan eks muridnya yang berhasil gemilang di dunia perfilman. Saya sendiri sangat tertarik dengan film-film dokumenter atau film-film ala dokumenter.
Saya ingin memperlihatkan kepada dunia seperti apa dunia ini di mata saya. Saat ini saya sedang menegosiasikan pembuatan film di Perancis. Idealnya dalam dua tahun di muka, saya bisa berkarya di dunia perfilman di Indonesia, namun izinkan saya belajar dulu di Hollywood, karena sekali lagi pusat intelektual dunia letaknya di AS. Dengan belajar dari para pemenang ini, mungkin ada sedikit sumbangsih yang bisa saya tularkan ke Indonesia nanti.

Selama hampir 10 tahun berkelana di AS, bagaimana Anda melihat pola hidup dan tingkat disiplin orang Indonesia dan pekerja di negara barat pada umumnya—soal ketepatan waktu, kebiasaan mengeluh, inovasi, dll?
Kembali ke pribadi masing-masing, namun yang jelas pekerja-pekerja di negara barat kebanyakan mempunyai sifat yang grateful (bersyukur) selama masih ada pekerjaan dan lebih profesional dalam menjalankan tugas. Tentu saja tidak semua pekerja Indonesia buruk dan pekerja AS lebih baik, dan sebaiknya kita tidak men-stereotype pekerja asal Indonesia dan negara-negara lain.

Semangat belajarnya, mungkin, yang membedakan tingkat produktivitas. Etika kerja yang berasal dari “tidak mau mengambil apa yang bukan haknya atau miliknya” mungkin juga yang membedakan pekerja negara-negara maju dengan yang berasal dari Indonesia. Sekali lagi, hal ini mesti ditunjang dengan dignity alias harga diri kekesatriaan, yang mungkin perlu ditingkatkan lagi di Indonesia.
Dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia seperti saat ini, bagaimana Anda melihat prospek bangsa ini (Indonesia) ke depan? Anda optimis, negeri ini bisa bangkit bersaing dengan macan-macan Asia, dan negara-negara dunia ketiga lain yang terus berkembang?
Beberapa tahun lalu, Malaysia dan Vietnam belajar dari Indonesia soal membudidayakan padi. Namun, sekarang kita sudah ketinggalan dari mereka. Apa masalahnya? Mungkin bukan tempatnya saya untuk menunjukkan kepada siapa pun, namun izinkan saya untuk memberi masukan membangun.
Pertama, kestablian keamanan negara sangat menentukan perkembangan ekonomi. Kedua, pengembangan infrastuktur (jalan-jalan dan telekomunikasi) merupakan pendukung utama roda ekonomi dan kebudayaan. Ketiga, mindset sejajar dengan bangsa lain yang sungguh-sungguh didukung oleh prestasi anak negeri. Saat ini kebanggaan Indonesia kurang didukung dengan prestasi-prestasi nyata. Tidak perlu melulu dalam bidang olah raga, namun lebih penting lagi di bidang teknologi, komunikasi, dan intelektual.
Dan tentu saja tidak perlu tunggu bantuan pemerintah untuk berbuat sesuatu. Jalankan saja yang terbaik yang bisa Anda lakukan. Apabila Anda hanya bisa memasak, jadilah tukang masak yang paling baik selingkungan Anda. Jika Anda hanya pintar main gitar, jadilah pemain gitar paling sohor sekota tempat tinggal Anda. Intinya jadilah diri Anda yang terbaik, bukan hanya sekadar bernapas untuk hari ini.

Seluruh royalti dari buku ini akan Anda sampaikan kepada anak-anak terlantar yang membutuhkan bantuan. Apa misi di balik niat mulia ini?
Membangun awareness untuk memberi. Jika kita berkelimpahan, tunjukkan kelimpahan kita itu dengan memberi, bukan dengan menjadi super pelit dan sangat memproteksi kekayaan materi kita. Saya berharap supaya semakin banyak orang-orang yang merasa berkelimpahan untuk selalu memberi, bukan hanya ketika agama mengharuskan, namun karena panggilan hati.
Juga, dengan semakin banyak kita memberi bagi mereka yang sungguh-sungguh memerlukan, maka semakin mulia arti uang bagi kita semua. Selama ini orang memandang uang sebagai sebagai sesuatu yang negatif dan mengandung konotasi maksiat. Ini salah besar. Sebagaimana pisau, uang adalah netral. Bagaimana arti uang sebenarnya tergantung oleh apa yang kita perbuat dengan uang itu.
Tentu saja kita perlu selektif dalam memberi karena akan banyak semut yang mengerumuni gula, bukan? Hati-hatilah dalam memberi supaya kita tidak membangun bentuk kemalasan dan kepecundangan baru.

Banyak orang cenderung gamang menghadapi bisnis baru yang akan dirintisnya. Sering bayangan akan kegagalan lebih besar daripada optimisme akan keberhasilan. Ada tips untuk mereka?

Kembali lagi, sukses adalah mindset. Kegagalan di satu bidang atau satu kali saja, tidak membuat Anda seorang pecundang. Sambutlah kegagalan sebagai salah satu cara untuk belajar dan berkaca apa saja yang perlu diperbaiki lagi. Seorang sukses tidak pernah takut gagal, malah ia dengan suka cita dan rendah hati menggunakan kesempatan ini untuk belajar. Jangan takut gagal, karena dengan Anda takut gagal, sebenarnya Anda takut menjadi sukses