Dunia

September 09, 2013

Kampanye Sekolah Pemerintah Somalia


somalia
Pemerintah Somalia meluncurkan kampanye dengan tujuan menyekolahkan satu juta anak dalam program Go 2 School dengan bantuan PBB.

Program Go 2 School diluncurkan hari Minggu ini (08/09) secara serentak diibukota Mogadishu dan dua kota besar lainnya, Hargeisa dan Garowe.

Badan PBB untuk Anak (UNICEF) mengatakan kampanye pendidikan di Somalia ini berlangsung selama tiga tahun dan bertujuan "memberi kesempatan belajar kepada seperempat jumlah orang muda yang sekarang berada di luar sistem pendidikan."

"Go 2 School sangat ambisius, tetapi ini merupakan prakarsa penting dan dapat dicapai," kata wakil UNICEF Somalia, Sikander Khan seperti dikutip kantor berita AFP.

UNICEF menegaskan pendidikan adalah masa depan Somalia setelah negara itu dilanda perang saudara dan anarki selama dua dekade terakhir.

"Pendidikan adalah kunci masa depan Somalia. Kita sudah kehilangan setidaknya dua generasi," tutur Sikander Khan.

Dana US$117 juta

Pemerintah Somalia, lapor wartawan BBC urusan Afrika Richard Hamilton, setuju dengan pendapat UNICEF.

"Pada Juni tahun ini, Perdana Menteri Abdi Farah Shirdon mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pendidikan sederajat dengan pertahanan dan keamanan," jelasnya.

Somalia termasuk salah satu negara dengan jumlah pendaftaran sekolah terendah di dunia. Rata-rata hanya empat dari sepuluh anak bersekolah.

"Banyak dari mereka rentan direkrut oleh kelompok militan Islam al Shabab, yang mungkin akan berusaha mengganggu prakarsa ini," kata Richard Hamilton.

Kampanye G 2 School diperkirakan menelan biaya US$117 juta selama tiga tahun. Biaya ini antara lain digunakan untuk membangun dan meremajakan gedung sekolah, merekrut dan melatih guru, dan memberikan pelatihan ketrampilan bagi anak-anak remaja.

Silahkan lihat sumbernya Kampanye Sekolah di Somalia



January 13, 2013

Pasukan komando Prancis menggelar operasi pembebasan sandera


al shababSomalia menyebutkan pasukan komando Prancis menggelar operasi pembebasan sandera di markas milisi Al-Shabab di Bulo Marer.

Milisi Al-Shabab diyakini menyandera seorang warga Prancis di tempat ini.

Lelaki yang disandera itu diketahui sebagai seorang agen rahasia Prancis bernama Denis Allex, yang diculik di Somalia pada Juli 2009 bersama seorang rekannya yang kemudian telah dibebaskan terlebih dahulu.

Juru bicara Al-Shabab kepada kantor berita AFP mengklaim telah menewaskan sejumlah tentara Prancis. Tetapi klaim ini tidak bisa diverifikasi secara independen.

Operasi pembebasan sandera di kawasa timur Afrika ini berlangsung beberapa jam setelah Prancis mengumumkan untuk memulai intervensi militer di Mali guna membantu pemerintahan setempat melawan milisi Islamis.

Tidak jelas apakah intervensi di Mali dan operasi pembebasan di Somalia ini berhubungan.

A French secret agent named as Denis Allex was kidnapped in Somalia in July 2009 along with a colleague who was freed the following month.


Tawaran penyelamatan

Kelompok milisi Al-Shabab memiliki keterkaitan dengan jaringan Al-Qaeda.

Seorang pejabat intelejen Somalia yang dirahasiakan namanya mengatakan, pasukan komando Prancis menyerang markas Al-Shabab untuk membebaskan seorang tawanan asing.

Mohamed Ali, seorang warga di Bulo Marer mengaku mendengar suara helikopter di selatan kota dan kemudian terdengar suara tembakan dan ledakan.described the events of Friday night by phone.

"Kami mendengar serangkaian ledakan diikuti dengan tembakan senjata beberapa detik kemudian setelah helikopter terbang di atas kota, katanya kepada AP.

"Kami tidak tahu dengan pasti, tetapi tempat itu merupakan salah satu markas dan pos jaga Al-Shabab.

Seorang saksi mata lainnya, Idris Youssouf, kepada AFP menceritakan serangan yang berlangsung dini hari tersebut.

"Pagi ini saya melihat beberapa jenazah temasuk seorang pria kulit putih, katanya.

Dia mengatakan ada tiga warga sipil yang turut tewas dalam pertempuran ini.

Situs Somali Memo, yang dikenal sebagai media pendukung Al-Shabab, memberitakan para milisi betempur melawan komando Prancis.

Setelah pertempuran, situasi di kota itu tenang kembali dan milisi berhasil menguasai keadaan, lapor situs tersebut.