Dunia

October 16, 2014

Festival Janur Floristy


kreasi bisnis janur 2014
Festival Janur Floristy (AIJF 2014) diikuti oleh perancang bunga lokal dan internasional, para pecinta bunga, kantor Kementerian Pendidikan Nasional, Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) dan para mitra usaha dari sektor industri florikutura.

Dalam Festival Janur Floristy (AIJF 2014) dengan judul The Authentic Innovation of Janur Floristy 2014 bertema 'Pesta Kembang Bersolek Indonesia yang berlangsung pada 14 hingga 20 Oktober di Mal Gandaria City, menyajikan pesona janur dalam industri kreatif. Dalam pembukaan acara yang berlangsung Selasa, 14 Oktober 2014 diresmikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Indonesia negara yang kaya dengan tumbuh-tumbugan dan di antaranya adalah tanaman hias dan bunga. Janur, atau daun kelapa muda tercatat sebagai salah satu bahan baku yang ikut mendukung pertumbuhan industri bunga di Tanah Air.

Tradisi seni merangkai janus, kata Inneke sarat dengan indentitas diri Indonesia. "Janur itu adalah bagian dari kebudayaan dan heritage Indonesia. Janur sarat dengan filosofi dan way of life Indonesia," kata wanita berkulit putih ini.

Menurutnya, janur dengan kekuatan sebagai kearifan lokal, warisan nenek moyang dan menjadi tradisi seni yang kaya akan kreativitas. "Janur juga menjadi sumber inspirasi yang bisa dikembangkan untuk indutri kreatif dan melalui design modern atau modifikasi, namun nilai kearifan lokalnya tetap terjaga," kata dia.

Yang membuat janur bisa unggul dalam industri kreatif Indonesia, karena sangat inovatif dan kaya nilai artistik. "Enggak kalah dengan Ikebana atau seni merangkai bunga khas Jepang, seni merangkai janur sudah ada sejak jaman nenek moyang dulu. Dan janur menandai dari proses kelahiran, pertumbuhan dan perkembangan hidup, pernikahan hingga kematian," kata Inneke


 Inneke Turangan, Direktur New Line Flora Education Centre, Wanita yang sejak 1994 menekuni merancang bunga. Dan mulai 2004, Inneke yang asal Menado ini menekuni janur. "Janur itu eksotis dan khas Indonesia."


sumber bacaan Industri Kreatif Indonesia

June 12, 2014

Pengalaman seksual pertama kali dapat menciptakan pola pikir


Tidak bisa di nafikan bahwa pengalaman pertama itu tak kan terlupakan, begitu pula masalah seks. Nyatanya ada banyak pria dan wanita terbayang-bayang bagaimana sensasi saat pertama kali bercinta. Sebuah penelitian membenarkan hal ini.

Menurut penelitian baru-baru ini, ada banyak faktor saat 'malam pertama' yang bisa mempengaruhi kehidupan seks di kemudian hari. Penelitian berjudul 'Gone But Not Forgotten' yang dilakukan di AS ini ingin melihat bagaimana efek pertama kali bercinta terhadap kehidupan seseorang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang merasa dicintai dan dihargai saat pertama kali bercinta lebih mungkin memiliki kehidupan seks yang memuaskan. Dalam penelitian ini, sebanyak 331 orang pria dan wanita muda ditanya mengenai perasaannya saat kehilangan keperawanan dan keperjakaannya.

Beberapa hal yang ditanyakan adalah rasa takut, tertekan, bersalah dan menyesal, serta dicintai dan dihormati. Tiap 2 minggu sekali, para peserta juga diminta mengisi buku harian untuk mendokumentasikan hubungan seksual yang dialami, lalu diminta menilai hubungan seksnya secara keseluruhan.

Penelitian menemukan bahwa orang yang sejak pertama kali sudah merasakan pengalaman seks yang memuaskan, maka untuk seterusnya ia akan merasa puas dengan kehidupan seksnya, baik secara fisik ataupun emosional.

"Hasil ini menunjukkan bahwa pengalaman seksual pertama kali lebih dari sekedar tonggak pembangunan, namun tampaknya memiliki implikasi atas kesejahteraan seksual beberapa tahun kemudian," kata peneliti, Carrie Smith dari University of Mississippi.

Walau demikian, bukan berarti orang yang saat pertama kali bercinta sudah mendapat kepuasan lantas akan selalu puas saat bercinta. Hanya saja, pengalaman pertama ini akan membuat jalan untuk mencapainya jadi lebih mudah.

Pada dasarnya, pengalaman seksual pertama kali dapat menciptakan pola pikir dan perilaku yang digunakan untuk membimbing seseorang dalam melakukan pengalaman seksual yang baru. Pengalaman pertama juga dapat menjadi kerangka kerja atas pemahaman baru atau interpretasi tentang seksualitas.

September 17, 2013

Cara Mendapatkan Cinta dan Kasih Sayang


Cinta tidak harus wow
Persoalan di manapun dan smapai kapanpun pasti ada, tapi yang terpenting bagaimana kita semua bisa menyikapi hal tersebut supaya tidak berlarut-larut. Kita bisa di katakan dewasa bila bisa memecahkan masalah kita sendiri.


Keluarga bahagia adalah keluarga yang bisa menyelesaikan persoalan, bukan berarti bahagia tak ada persoalan di dalamnya. Tapi kebahagian itu di hasilkan karena bisa menyelesaikan persoalan yang ada.
Tak selalu masalah besar seperti perselingkuhan yang bisa menjadi perusak hubungan. Hal-hal kecil pun, yang dilakukan tanpa Anda sadari, bisa mengganggu keharmomisan. Tapi, tenang Anda bisa memperbaikinya.

Tak Puas dengan Bentuk Tubuh
Mengapa jadi masalah? Ketidakpuasan Anda pada tubuh tidak hanya memengaruhi mood, tapi juga mengganggu hubungan Anda dengan si dia. Anda berubah jadi sensi. Ucapan si dia yang bermaksud memuji, misalnya dengan mengatakan, "Mau kurus atau gemuk, kamu tetap terlihat cantik kok," malah Anda tanggapi dengan nada jengkel, "Jadi maksud kamu, aku gemuk?"
Maksud baik dia jelas tidak sampai pada Anda. Hal seperti ini jika dibiarkar berlarut akan menjadi masalah di kemudian hari. Menurut pakar hubungan, dr.Alice Pisciotto, perasaan malu terhadap tubuh bisa menurunkan gairah Anda dan pasangan. Karena, saat Anda merasa tak nyaman pada diri sendiri, Anda cenderung tak peduli pada hal lainnya dan inilah yang akan merusak makna kedekatan Anda dengan pasangan.

Yuk, perbaiki: Cobalah menerima bentuk tubuh Anda, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu Anda tak lagi berpikir negatif, saat si dia mengatakan bahwa Anda cantik ataupun ketika ia mengajak Anda fitness bersama. Selain itu, bersikaplah lebih terbuka, jika Anda tak nyaman dengan ucapannya. Dan yang terpenting, jangan pernah katakan pada diri sendiri, bahwa Anda gemuk, karena ini akan selalu membuat Anda merasa gemuk.

Marah di Waktu yang Salah
Mengapa jadi masalah? Komunikasi memang menjadi salah satu kunci terpenting dalam sebuah hubungan. Meskipun begitu, komunikasi juga sebaiknya dilakukan di tempat dan waktu yang tepat. Terutama bila ingin membicarakan suatu masalah serius. Menghujaninya dengan berbagai pertanyaan menyudutkan saat berada di depan umum bukanlah cara yang tepat.

Yuk, perbaiki : Tahan emosi Anda saat sedang berada di tengah acara. Tunggulah hingga tiba di rumah atau tempat lain yang lebih nyaman. Jika Anda ingin membicarakan sesuatu padanya, buatlah janji terlebih dahulu. Karena, pembicaraan yang mendadak akan membuatnya merasa terintimidasi. Hindari menyelesaikan masalah melalui SMS atau e-mail.

Rajin Mengeluh
Mengapa jadi masalah? Kadang tanpa sadar kita sering mengeluh tentang dirinya. Dari mulai kebiasaan makannya yang enggak manner, hingga kesibukannya yang membuat Anda dan pasangan sulit bertemu. Meskipun Anda melakukannya sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pasangan, tetapi keluh kesah Anda akan membuatnya merasa berada di tengah musuh yang selalu menyerang dengan mencari kekurangannya. Dan ini bisa membuatnya menjauh dari Anda, karena merasa tak nyaman.

Yuk, perbaiki : Sesekali mengeluh padanya, karena sikap cueknya pada Anda, sah-sah saja. Tapi usahakan, Anda tak sekadar mengeluh. Sampaikan apa yang Anda inginkan darinya. lni akan membuatnya mengerti apa yang Anda harapkan darinya. Anda tak perlu mengeluhkan setiap perilakunya, karena bisa membuatnya merasa tak cukup baik untuk bersama Anda. Lagipula, kalau si dia bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan Anda, mengapa Anda tidak bisa menerima kelebihan dan kekurangan dirinya?
Balas Dendam
Mengapa jadi masalah? Pernahkah Anda membalas setiap hal yang Anda peroleh dari pasangan. Misalnya saja, saat ia minta ditemani nonton DVD di rumah, Anda langsung menolaknya, karena seminggu yang lalu si dia tak bisa menemani Anda ke acara ulang tahun teman. Anda boleh melakukan ini sekali-sekali, tapi bila terlalu sering hubungan menjadi tak sehat.

Yuk, perbaiki : Sebuah hubungan bisa dikatakan sehat bila Anda dan pasangan bisa saling memberi dan menerima dengan seimbang. Tapi ini tak berarti Anda harus selalu balas dendam padanya. Sikap Anda yang seperti ini justru akan membuat Anda terlihat kekanak-kanakan.Toh, saat ia menolak ajakan Anda, tak berarti ia sengaja melakukannya. Bila ia telah memberi alasan yang jelas, sebaiknya lupakan kekesalan Anda.

Dibayangi Masa Lalu
Mengapa jadi masalah? Anda selalu punya ketakutan pasangan Anda akan melakukan kesalahan yang sama seperti mantan. Misalnya, bila dulu mantan kekasih Anda pernah selingkuh dengan personal trainer-nya di gym, maka kini Anda akan berusaha mencegah pasangan pergi ke gym. Maksud Anda mungkin agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi. Tapi sayangnya, Anda membuat peraturan tanpa mempertimbangkan perasaan pasangan.
Selesaikan masalah anda di tempatnya, persoalan akan datang bertambah bila penyelesaianya tidak tepat.

August 21, 2013

Wacana Tes Keperawanan


tes keperawanan
Muncul wacana dari Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan untuk mengadakan tes keperawanan terhadap siswa sekolah. Rencana itu akan dipraktikkan tahun depan. Tapi baru diusulkan, wacana sudah menuai banyak kritik.

Lalu bagaimana sih cara memeriksa keperawanan itu?

Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi, Wimpie Pangkahila mengatakan, bicara keperawanan itu sebelumnya harus ada kesepakatan soal definisi perawan, apakah seorang perempuan pernah atau tidak melakukan hubungan seksual, atau semata-mata karena selaput dara robek atau tidak.

Sebab, dia melanjutkan, kalau definisi yang dipakai itu pernah atau tidak melakukan hubungan seksual, berarti tes keperawanan itu tidak ada hubungannya dengan selaput dara yang robek. Misalnya dia melakukan masturbasi pakai alat atau jari hingga selaput dara robek, tapi tidak pernah berhubungan seksual.

"Terus dites. Dan si perempuan jawab, saya perawan karena tidak pernah melakukan hubungan seksual. Terus dia tidak diterima sekolah karena selaput daranya robek, kan kasihan cewek-cewek itu nanti. Kasihan mereka yang pernah masturbasi pakai alat atau jari," kata Wimpie sambil tertawa.

Padahal, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana itu melanjutkan, tes keperawanan di situ kan menyangkut perilaku. Misalnya perempuan dites apakah perilakunya buruk karena pernah melakukan hubungan seks bebas atau tidak. "Karena menyangkut perilaku (seks bebas), tidak ada kaitannya dengan selaput dara," terangnya.

Kemudian, soal cara pemeriksaan selaput dara. Wimpie mengatakan, tidak semua dokter tahu bagaimana cara memeriksa selaput dara itu. Seandainya tes sudah dilakukan, apa sekolah yakin begitu saja, padahal untuk mengetahui itu butuh verifikasi pendapat lain (second opinion).

"Jadi yang memeriksa ini siapa? Dokter? Memangnya semua dokter tahu? Apa benar dokter pasti benar pemeriksaannya? Terus bagaimana dengan second opinion-nya. Misalnya ada pasien datang, kalau tes keperawanan salah masak harus diulang-ulang? Karena tidak semua dokter tahu tentang seksualitas," ujarnya.

Berikut ini beberapa cara tes keperawanan menurut Dokter Wimpie di rumah sakit.

1. Buka celana.
2. Wanita tidak sedang menstruasi.
3. Wanita diminta berbaring di tempat tidur, dengan posisi seperti orang sedang melahirkan.
4. Kemudian dokter membuka kelamin, di sana bisa dilihat selaput dara robek atau tidak (untuk melihat ini butuh pengetahuan dan ketelitian tinggi, karena tidak semua dokter tahu dengan benar bila tidak ahlinya).
5. Jika selaput dara masih utuh, maka akan terlihat selaput tipis yang menutupi dinding dan bibir vagina.
6. Untuk melihat itu bisa dengan mata telanjang.

Namun demikian, Wimpie mengatakan tidak adil jika keperawanan wanita selalu dibesar-besarkan, sementara tidak demikian dengan masalah keperjakaan pria. Keperjakaan tidak bisa dibuktikan sama sekali meski si pria sudah pernah berhubungan seksual berulang kali, kecuali dengan pengakuan.

"Untuk mengetahui perawan atau tidak dan perjaka atau tidak, itu satu, pengakuan. Karena ini kaitannya dengan perilaku," ujarnya.

January 09, 2013

Bagi Tugas Jaga Kedua Anaknya Dalam Keluarga Tommy dan Istri


Keluarga Tommy Kurniawan dan Tania kehadiran anggota baru bernama Naira Syabila Azzahra Kurniawan. Tommy dan Tania pun mau tak mau akan lebih direpotkan dengan kehadiran buah hati kedua mereka.

Tapi keduanya sudah siap untuk mengurus kedua anak mereka, Naira Syabila Azzahra dan Muhammad Al Fatih Fabrizio. Baik Tania dan Tommy pun kini membagi tugasnya untuk menjaga kedua anaknya.

"Saya memanfaatkan waktu kosong saya. Kemarin anter ke sekolah. Sekarang kan dia lagi belajar jalan. Kalau sudah bisa jalan enaklah bisa diajak jalan," ungkap Tommy saat ditemui di Rumah Sakit Pondok Indah, Rabu (9/1/2013).

"Kami sudah bagi tugas, kalau Zio yg bangun, istri yang bikin susu," sambung Tania.

Tania mengaku tak akan memakai jasa babysitter untuk mengurus kedua anaknya. Ia pun memilih untuk mengurus anaknya sendiri.

"Aku nggak mau pakai babysitter. Karena biasanya jadi lebih dekat sama susternya. Zio kan udah ada suster, kalau cewek kan lebih repot. Jadi aku inginnya ngurus sendiri," ujar Tania.

December 26, 2012

Perbaiki cintamu sebelum kamu di peralat cinta




Keluarga bahagia adalah keluarga yang bisa menyelesaikan persoalan, bukan berarti bahagia tak ada persoalan di dalamnya. Tapi kebahagian itu di hasilkan karena bisa menyelesaikan persoalan yang ada.
Tak selalu masalah besar seperti perselingkuhan yang bisa menjadi perusak hubungan. Hal-hal kecil pun, yang dilakukan tanpa Anda sadari, bisa mengganggu keharmomisan. Tapi, tenang Anda bisa memperbaikinya.

Tak Puas dengan Bentuk Tubuh
Mengapa jadi masalah? Ketidakpuasan Anda pada tubuh tidak hanya memengaruhi mood, tapi juga mengganggu hubungan Anda dengan si dia. Anda berubah jadi sensi. Ucapan si dia yang bermaksud memuji, misalnya dengan mengatakan, "Mau kurus atau gemuk, kamu tetap terlihat cantik kok," malah Anda tanggapi dengan nada jengkel, "Jadi maksud kamu, aku gemuk?"
Maksud baik dia jelas tidak sampai pada Anda. Hal seperti ini jika dibiarkar berlarut akan menjadi masalah di kemudian hari. Menurut pakar hubungan, dr.Alice Pisciotto, perasaan malu terhadap tubuh bisa menurunkan gairah Anda dan pasangan. Karena, saat Anda merasa tak nyaman pada diri sendiri, Anda cenderung tak peduli pada hal lainnya dan inilah yang akan merusak makna kedekatan Anda dengan pasangan.

Yuk, perbaiki: Cobalah menerima bentuk tubuh Anda, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu Anda tak lagi berpikir negatif, saat si dia mengatakan bahwa Anda cantik ataupun ketika ia mengajak Anda fitness bersama. Selain itu, bersikaplah lebih terbuka, jika Anda tak nyaman dengan ucapannya. Dan yang terpenting, jangan pernah katakan pada diri sendiri, bahwa Anda gemuk, karena ini akan selalu membuat Anda merasa gemuk.

Marah di Waktu yang Salah
Mengapa jadi masalah? Komunikasi memang menjadi salah satu kunci terpenting dalam sebuah hubungan. Meskipun begitu, komunikasi juga sebaiknya dilakukan di tempat dan waktu yang tepat. Terutama bila ingin membicarakan suatu masalah serius. Menghujaninya dengan berbagai pertanyaan menyudutkan saat berada di depan umum bukanlah cara yang tepat.

Yuk, perbaiki : Tahan emosi Anda saat sedang berada di tengah acara. Tunggulah hingga tiba di rumah atau tempat lain yang lebih nyaman. Jika Anda ingin membicarakan sesuatu padanya, buatlah janji terlebih dahulu. Karena, pembicaraan yang mendadak akan membuatnya merasa terintimidasi. Hindari menyelesaikan masalah melalui SMS atau e-mail.

Rajin Mengeluh
Mengapa jadi masalah? Kadang tanpa sadar kita sering mengeluh tentang dirinya. Dari mulai kebiasaan makannya yang enggak manner, hingga kesibukannya yang membuat Anda dan pasangan sulit bertemu. Meskipun Anda melakukannya sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pasangan, tetapi keluh kesah Anda akan membuatnya merasa berada di tengah musuh yang selalu menyerang dengan mencari kekurangannya. Dan ini bisa membuatnya menjauh dari Anda, karena merasa tak nyaman.

Yuk, perbaiki : Sesekali mengeluh padanya, karena sikap cueknya pada Anda, sah-sah saja. Tapi usahakan, Anda tak sekadar mengeluh. Sampaikan apa yang Anda inginkan darinya. lni akan membuatnya mengerti apa yang Anda harapkan darinya. Anda tak perlu mengeluhkan setiap perilakunya, karena bisa membuatnya merasa tak cukup baik untuk bersama Anda. Lagipula, kalau si dia bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan Anda, mengapa Anda tidak bisa menerima kelebihan dan kekurangan dirinya?
Balas Dendam
Mengapa jadi masalah? Pernahkah Anda membalas setiap hal yang Anda peroleh dari pasangan. Misalnya saja, saat ia minta ditemani nonton DVD di rumah, Anda langsung menolaknya, karena seminggu yang lalu si dia tak bisa menemani Anda ke acara ulang tahun teman. Anda boleh melakukan ini sekali-sekali, tapi bila terlalu sering hubungan menjadi tak sehat.

Yuk, perbaiki : Sebuah hubungan bisa dikatakan sehat bila Anda dan pasangan bisa saling memberi dan menerima dengan seimbang. Tapi ini tak berarti Anda harus selalu balas dendam padanya. Sikap Anda yang seperti ini justru akan membuat Anda terlihat kekanak-kanakan.Toh, saat ia menolak ajakan Anda, tak berarti ia sengaja melakukannya. Bila ia telah memberi alasan yang jelas, sebaiknya lupakan kekesalan Anda.

Dibayangi Masa Lalu
Mengapa jadi masalah? Anda selalu punya ketakutan pasangan Anda akan melakukan kesalahan yang sama seperti mantan. Misalnya, bila dulu mantan kekasih Anda pernah selingkuh dengan personal trainer-nya di gym, maka kini Anda akan berusaha mencegah pasangan pergi ke gym. Maksud Anda mungkin agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi. Tapi sayangnya, Anda membuat peraturan tanpa mempertimbangkan perasaan pasangan.
Selesaikan masalah anda di tempatnya, persoalan akan datang bertambah bila penyelesaianya tidak tepat.

Sadarilah cinta




Cinta itu memang indah, tapi di dalam keindahan itu menyimpan banyak misteri yang terkandung. Lamanya waktu pacaran bukan jaminan si dia adalah orang yang tepat untuk dijadikan partner seumur hidup. Ini saatnya meneliti, apakah si dia memang jodoh Anda. Bila tanda-tanda ini banyak Anda rasakan, barangkali Anda dan dia memang hanya cocok sebagai teman.

1. Yang diingat hanya hal buruk
Bukannya membayangkan hal romantis bersama si dia, Anda justru bete setiap kali ingat kekasih. Di mata Anda, sikapnya selalu terlihat menjengkelkan.

2. Tak ada kejujuran
Tanpa disadari Anda sering melakukan kebohongan-kebohongan kecil. Saat si dia mengajak nonton, Anda lebih suka berkumpul dengan teman-teman dan mengaku sakit pada kekasih. Anda juga mulai pintar mencari alasan untuk menyudahi obrolan di telepon dengannya.

3. Cinta jalan di tempat
Anda selalu menghindar bila kekasih mulai membicarakan soal masa depan. Anda juga tak bisa membedakan apakah belum siap atau memang merasa tak cocok dengannya sehingga masih belum yakin akan mengakhiri hubungan di pelaminan dengannya.

4. Kangen? enggak pernah
Saat Anda sedang tak bersamanya, kekasih tak pernah ada dalam pikiran Anda. Bahkan, tak ada rasa rindu yang membuat Anda ingin menghubunginya.

5. Kurang memenuhi kriteria idaman
Memang tak ada mahluk yang sempurna, tapi entah mengapa Anda kurang pede untuk mengenalkan kekasih kepada keluarga atau teman-teman Anda. Keengganan tersebut bisa karena perbedaan keyakinan, penampilan, atau penghasilan.

6. Tak ada getaran
Anda tak terkesan dengan usahanya meski si dia menghujani Anda dengan segepok perhatian dan royal memberi hadiah manis.

7. Tak cemburu
Anda tak pernah cemburu saat kekasih pergi dengan teman wanitanya atau asyik ngobrol di telepon dengan seseorang yang Anda tahu adalah wanita.

8. Anda tertarik pria lain
Anda baru berkenalan dengan seorang pria dan entah mengapa Anda merasa cocok bersamanya dan berharap pria tersebut masih single.

9. Tak bergairah
Anda selalu menghindari bermesraan dengannya, jangankan dicium, jalan sambil bergandengan pun Anda malas. Makin lama, keinginan untuk berdekatan dengannya pun pupus.

10. Drama queen
Hubungan yang datar, tanpa konflik bisa membuat bosan. Hal inilah yang sekarang Anda rasakan. Akibatnya Anda jadi gampang uring-uringan dan sering mencari-cari masalah untuk diributkan.

Peliharalah cinta yang masih anda miliki

Rumahmu adalah rumahku bagi suami istri




Rumah tangga itu tidak akan berjalan lurus, pasti ada lika-likunya. Seperti kita hidup dari kecil sampai dewasa dan sampai berumur, selalu ada masalah dalam diri kita. Itu contoh seorang diri, apalagi bila rumah tangga, walaupun intinya Cuma dua orang tapi cabangnya banyak, ada anak, mertua, nenek dan seterusnya. Semua harus berjalan menurut porsinya masing-masing.
Penelitian menunjukkan, umumnya suami berselingkuh bukan semata-mata karena bosan pada pasangan. Mau tahu apa saja hal-hal potensial yang menyebabkan pasangan berselingkuh?
1. SALING CUEK
Konsep "menerima apa adanya" adalah mitos. Perkawinan masih terbilang sehat bila masing-masing pasangan rela dikritik. Jangan punya pikiran untuk membiarkan pasangan bebas melakukan apa saja kesenangannya. Misalnya, sang istri seharian ''kelinteran'' di ruang duduk dan nonton teve dengan jubah kamar mandi. Yang bijaksana, tanyakan mengapa dia bersikap seperti itu. Jangan-jangan dia sedang depresi, kurang enak badan, atau kelewat malas. Kalau Anda hanya diam saja, sang istri bisa merasa tidak dipedulikan lagi.

2. SALING ''MEMAKAN'' MINAT DAN HOBI
Perkawinan tidak harus "menyatukan" semua minat, hobi, dan kawan. Kalau suami dan istri melakukan hampir segala hal bersama-sama, berarti ada yang salah. Artinya, kalau suami suka main golf, biar ia melakukan itu. Jangan "memakan" hobinya dan mengubahnya harus menjadi senang main tenis hanya karena Anda senang main tenis. Ingat, "memberangus" ruang pribadinya akan memantik kebencian pada pasangan! Artinya, terlalu masuk dalam kehidupan pasangan dan ingin tahu kegiatannya sampai ke detail-detailnya, akan membuat pasangan merasa terintimidasi.

3. MELEBURKAN DIRI DEMI SUAMI
Ada cerita klasik tentang orang bernama Bernard, ahli bedah jantung, dan istrinya, Stacy. Stacy mengabdikan total hidupnya untuk Bernard. Ia mendorong suaminya masuk sekolah kedokteran. Dia menjadi ibu rumah tangga, masak, dan mengurus anak-anak.
Ia juga tak pernah lupa melengkapi minuman suaminya dengan es batu berbentuk hati. Namun, toh, Bernard akhirnya kabur juga dengan perempuan lain, seorang fotografer nyentrik yang usianya dua tahun lebih tua darinya. Mereka bertemu saat rebutan taksi. Mengapa Bernard justru takluk pada fotografer itu? Jawabannya, karena ia lebih menarik. Pengabdian total terasa membosankan, kata ahli, karena sama saja seperti menyewa pembantu dan tukang masak.
Berbeda sekali nilai antara memotivasi suami dan melayani suami. Kegagalan meningkatkan kemampuan diri, membuat Stacy kehilangan Bernard. "Jadi, penting bagi Anda untuk tetap memiliki kehidupan sendiri. Maka, sebaiknya, seorang istri memiliki posisi tawar. Tunjukkan kemampuan mandiri dan bisa mencari uang sendiri. Dengan begitu, pasangan Anda akan bersikap hati-hati dengan Anda."

4. PUSAT PERHATIAN HANYA PADA ANAK
Seorang ibu seringkali tergoda untuk menganggap anak adalah segalanya. Jangan! Mengurus anak, mengantarnya latihan sepak bola, menari, dan antar-jemput pesta, menjadi ancaman bagi keintiman suami-istri. Meski punya balita sekali pun, pasangan harus punya waktu untuk berduaan. Berjanjilah Anda hanya akan membicarkan soal anak setelah berbagi cerita urusan orang dewasa. Jangan bicarakan tentang anak-anak di tempat tidur.

5. TAK PUNYA TOPIK MENARIK
Pasangan akan merasa bosan bila "kata sambutan" kita padanya berisi keluhan-keluhan tentang masalah rumah tangga, kegiatan "ecek-ecek", dan ditutup dengan pertanyaan basa-basi, "Bagaimana di kantor tadi?" Kalau percakapan Anda dengan pasangan seperti ini, berarti Anda kehilangan cara berkomunikasi yang baik antara suami-istri.

Semoga bermanfaat dan menjadi keluarga yang harmonis dalam berbagai bidang dan aspek.